Jumat, 07 Desember 2012
Artikel Bab 18 : Manajemen Keuangan
A. Ruang Lingkup Manajemen Keuangan
Manajemen yang mengkaitkan pemerolehan (acquitition), pembiayaan /pembelanjaan (financing) dan manajemen aktiva dengan tujuan secara menyeluruh dari suatu perusahaan. (Manajemen terhadap fungsi keuangan)
Semua kegiatan / aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Manajemen keuangan dalam perkembangannya telah berubah :
1. Dari studi yang bersifat deskriptif menjadi studi yang meliputi analisa & teori yang normative
2. Dari bidang yang meliputi penggunaan dana / alokasi dana, manajemen dari aktiva & penilaian perusahaan di dalam pasar secara keseluruhan
3. Dari bidang yang menekankan pada analisa extern perusahaan menjadi bidang yang menekankan pada pengambilan keputusan di dalam perusahaan
Pada hakekatnya masalah manajemen keuangan adalah :
Menyangkut masalah keseimbangan finansial didalam perusahaan yaitu mengadakan keseimbangan antara aktiva dengan pasiva yang dibutuhkan serta mencari susunan kwalitatif daripada aktiva & pasiva tersebut dengan sebaik-baiknya.
• Pemilihan susunan kwalitatif daripada aktiva akan menentukan ‘ Struktur Kekayaan Perusahaan
• Pemilihan susunan kwalitatif daripada pasiva akan menentukan ‘ Struktur Finansial’ & ‘ Struktur Modal ‘ Perusahaan.
B. Peranan MK dalam perusahaan (Peluang karier dalam MK):
Dalam manajemen keuangan mempunyai beberapa peranan dalam perusahaan, sebagai berikut :
1. Bertanggung jawab terhadap tiga keputusan pokok manajemen keuangan (pemerolehan (acquitition), pembiayaan /pembelanjaan (financing) dan manajemen aktiva secara efisien)
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
3. Menghadapi tantangan dalam mengelola aktiva secara efisien dalam perubahan yang terjadi di lingkungan
4. Persaingan antar perusahaan,
5. Perekonomian dunia yang tidak menentu,
6. Perubahan teknologi
7. Tingkat inflasi dan bunga yang berfluktuasi
C. Fungsi Manajemen Keuangan
1. Fungsi penggunaan dana (Allocation of fund)
a. Keputusan investasi/Capital budgeting / Investment decition
b. Pembelanjaan aktif
c. Bagaimana menggunakan dana secara efisien
d. Alokasi ke AL & AT (aktiva riil)
2. Fungsi mendapatkan dana (raising decision) / Obtion of funds
a. Keputusan pembelanjaan /Financing decision
b. Pembelanjaan pasif
c. Bagaimana memperoleh dana yang paling efisien (murah)
d. Tercermin di neraca sisi pasiva
D. Lingkup Manajemen Keuangan
1. Pembicaraan tentang keputusan-keputusan dalam bidang keuangan, yaitu keputusan investasi, keputusan pembelanjaan & kebijaksanaan dividen dengan tujuan memaximumkan nilai perusahaan atau memaximumkan kemakmuran pemegang saham.
2. Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen keuangan, yaitu penggunaan dana & memperoleh dana, lewat keputusan-keputusan investasi, pembelanjaan & kebijaksanaan dividen agar nilai perusahaan bias meningkat.
E. Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :
1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
F. Tugas Pokok Manajer Keuangan
Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
1. Mendapatkan Dana Perusahaan
2. Menggunakan Dana Perusahaan
3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan
G. Tujuan Manajer Keuangan
Tujuan manajer keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan , Manfaat manajer keuangan adalah untuk memahami tentang apa yang terjadi disekeliling kita untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis dan juga menjelaskan berbagai fakta dan informasi serta mengelola dana perusahaan untuk menghasilkan kontribusi yang maximum terhadap operasi yang efisien dari suatu organisasi.
H. Sumber-Sumber Permodalan Manajemen Keuangan
Untuk dapat memenuhi kebutuhan modal maka ada beberapa sumber permodalan yang dapat yang dijadikan sebagi alternative sumber modal yaitu :
1. Modal sendiri, adalah modal yang biasanya berasal dari pemilik.
2. Modal Pinjaman
Yang perlu diperhatikan dalam pendanaan melalui utang,
- rencana penggunaan dana pinjaman
- jumlah dana yang diperlukan
- waktu memerlukan utang
- jangka waktu pinjaman yang sesuai
- cara pembayaran pinjaman
Sebelum mengajukan pinjaman perusahaan harus menyiapkan aliran kas dan
laporan keuangan yang menunjukkan rencana pembiayaan selama beberapa tahun ke depan.
Daftar Pengajuan pinjaman
• jumlah yang pasti permintaan pinjaman dan jangka waktu yang diinginkan
• tujuan peminjaman dan penggunannya
• cara dan waktu pembayaran kembali
• jaminan yang dimiliki oleh perusahaan untuk mengembalikan pinjaman
• kemungkinan yang akan terjadi pada perusahaan jika pinjaman tidak diperoleh
3. Modal Kerjasama
Modal kerjasama bisa dari teman ataupun keluarga. Secara formal modal
kerjasama bisa berasal dari Modal Ventura.
Modal Ventura adalah suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal dalam
suatu Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) yang ingin mengembangkan usahanya
untuk jangka waktu tertentu (bersifat sementara). Di dalam pendirian Modal
Ventura terdapat dua aspek penting dari maksud dan tujuannya.
Pertama, Modal Ventura adalah modal yang disediakan sebagai resiko (Risk
Capital) kepada yang mempunyai gagasan (Idea), tanpa jaminan pengembalian
modal atau keberhasilan di masa mendatang. Yang ada hanya sistem bagi hasil berupa dividen. Sehingga aspek keberanian pemilik modal menjadi hal penting
Artikel Bab 11 : Menemukan dan Mempertahankan Karyawan Terbaik
JAKARTA (Berita SuaraMedia) – Saat ini persaingan bukan hanya dalam hal merebut pasar atau keuntungan, tetapi juga mengambil dan mempertahankan karyawan terbaik. Employer brand, diyakini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas sekaligus mempertahankan orang-orang terbaik di perusahaan.
Ada kejadian menarik yang muncul pada Konferensi Nasional Human Capital yang diselenggarakan oleh PPM Manajemen awal Desember 2009. Kala itu, salah seorang pembicara membawa rombongan yang datang dengan cara mencolok. Tampilan mereka laiknya pasukan ninja karena semuanya berjubah hitam. Saat itu sang pembicara dikawal ketat oleh lima anak buahnya yang tampak masih muda-muda. Ternyata, mereka adalah karyawan dari Trans TV, perusahaan televisi swasta nasional yang tergabung dalam kelompok usaha Para Group.
Pemimpin rombongan, tak lain adalah Vice President Divisi Layanan Korporat PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV), Latif Harnoko. Sebagaimana karyawan yang dibawanya, ia pun merasa bangga mengenakan seragam berwarna hitam-hitam itu dalam setiap acara di manapun. “Bahkan, Chairul Tanjung sebagai pemilik, dan Ishadi SK selaku Komisaris pun mengenakan seragam yang sama dalam setiap kegiatan,” ungkapnya dengan wajah semringah.
Pemilihan warna hitam, menurut lelaki yang biasa disapa Noko ini, lantaran tidak mencolok dan memiliki energi “nol” (istilahnya tidak “bocor”) di layar TV. “Selain itu, crew TV harus cepat dan tanggap dalam menerima tugas ke manapun, jadi tidak boros menyiapkan pakaian seragam yang banyak. Biasanya yang selalu kami bawa adalah minyak wangi dan pakaian dalam saja,” ujar Noko seraya berkelakar.
Di matanya, seragam hitam ini merupakan kebanggaan seluruh karyawan Trans TV sekaligus menjadi brand bagi perusahaan yang memiliki motto “Milik Kita Bersama”. Ide dan keunikan dari buah orisinalitas ini pun menjadi trend setter di antara perusahaan-perusahaan televisi nasional lainnya.
Bisa dikatakan, Trans TV saat ini merupakan salah satu perusahaan yang banyak dituju para fresh graduate. Hal ini bisa dilihat dari 80% karyawannya yang berusia di bawah 28 tahun dari total karyawan berjumlah 2.200 orang. Tren rekrutmen tahunan yang dijalankan perusahaan melalui broadcast development program (BDP) terus meningkat. Pada tahun 2007, Trans TV sempat dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) karena berhasil menjaring 110 ribu pelamar dari seluruh Indonesia. Namun, yang berhasil lolos dan diterima dari proses itu hanya 500 orang. Tahun berikutnya (2008), Trans TV kembali menjaring 15 ribu kandidat BDP. “Walaupun tahun itu perusahaan mengalami zero growth, kami tetap paksakan untuk merekrut karyawan,” kata Noko seraya memberitahukan bahwa pada 2009 kandidat BDP naik hingga 50 ribu orang.
Tidak dipungkiri, suatu perusahaan dilirik para pencari kerja lantaran memiliki program unggulan. Misalnya, program pengembangan karyawan yang baik, pemberian kompensasi dan benefit yang kompetitif, kepemimpinan yang kuat, dan pengelolaan pengetahuan baru. Program-program tersebut dipastikan mampu membangun brand perusahaan atau dikenal dengan sebutan employer brand. Di tengah persaingan bisnis yang ketat, perusahaan tidak hanya dituntut untuk merebut pasar dan keuntungan, tetapi juga mampu mempertahankan karyawan terbaiknya. Dalam konteks ini, employer brand mesti dibangun.
Dilihat dari definisinya, employer brand adalah serangkaian manfaat fungsional, ekonomis, dan psikologis yang disediakan oleh perusahaan tertentu (Ambler and Barrow). Menurut praktisi dan pengamat HR Karya Bakti Kaban, jika employer brand dengan employee experience berkolaborasi, dipastikan mampu menghasilkan kekuatan brand yang luar biasa.
Di Trans TV, Noko menjelaskan, pihaknya melakukan berbagai langkah strategis dalam membangun employer brand. Misalnya, pada proses rekrutmen. Pendekatan rekrutmen yang dilakukan Trans TV agak berbeda dengan industri lain. Hal ini didasarkan pada core bisnis di industri pertelevisian. “Setiap kali merekrut karyawan, kami menggunakan human job analysis berdasarkan personality kandidat,” katanya seraya mengungkap alasannya, “kami ingin menggali bakat yang sesungguhnya dimiliki calon karyawan.” Noko menyadari, banyak lulusan fresh graduate yang ketika kuliah tidak sesuai dengan minatnya. Maka, pendekatan rekrutmen di Trans TV kerap bersifat hiburan untuk menggali bakat asli kandidat, seperti disuruh menyanyi, menari, dan bermain alat musik.
Setelah mendapatkan talent (sebutan karyawan Trans TV), perusahaan mendorong para talent untuk memberikan nilai tambah. Sepuluh nilai tambah yang terus dikembangkan Trans TV antara lain, lingkungan kerja yang menyenangkan, perilaku yang positif dan kompetitif, kerja sama tim, pelayanan terbaik, tata kelola perusahaan yang baik, mendorong budaya kerja yang kreatif dan inovatif, kepemimpinan yang kuat, budaya belajar dan pelatihan, membuat keuntungan bagi perusahaan, dan berjiwa kesatuan. “Salah satu nilai yang tidak banyak dimiliki perusahaan lain adalah make money ethically.
Nilai ini adalah, bagaimana mencari keuntungan perusahaan yang sebesar-besarnya. Jadi, setiap membuat program televisi harus memiliki nilai jual,” ujar Noko memastikan.
Ia mengungkapkan, keuntungan yang didapat dari membangun employer brand adalah, Trans TV menjadi media pertama di dunia yang memperoleh sertifikat ISAS BC 9001 pada akhir 2007. Sertifikat ISAS BC 9001 adalah standar manajemen mutu berdasarkan ISO 9001 yang dibuat khusus untuk media elektronik demi meningkatkan kinerja perusahaan. Sistem ini paling efektif untuk mengidentifikasi persyaratan penonton dan masyarakat umum, serta membantu fokus pada tujuan strategis perusahaan dan pelaksanaan misi penyiaran publik. ISAS BC 9001 digagas sejak 2003 oleh Media and Society Foundation (MSF) yang bermarkas di Jenewa, Swiss.
Dalam kesempatan lain, Direktur Layanan Korporat PT XL Axiata Tbk. (dahulu bernama PT Excelcomindo Pratama Tbk., red), Joris de Fretes, mengungkapkan, perusahaannya telah membangun employer brand sejak 2007. Mulanya XL mencanangkan strategi menjadi “minute factory”. Melalui strategi tersebut, jelas Joris, XL diharapkan seperti pabrik yang menghasilkan produk berkualitas dengan harga terjangkau dan dalam jumlah yang besar. Kendati banyak kendala, di tahun ini XL berhasil mendobrak pasar melalui inovasi biaya telepon murah Rp 1 per detik.
Tujuan XL menurunkan tarif telepon adalah, untuk menaikkan posisinya ke peringkat nomor dua di industri telekomunikasi nasional. Diakui Joris, tahun 2006 XL masih bertahan di peringkat ketiga. “Keadaan kami sangat terjepit di antara dua peringkat atas yang merupakan perusahaan besar dan di bawah kami masih banyak perusahaan baru yang bermunculan. Akhirnya, CEO kami menantang untuk menjadikan XL peringkat nomor dua dalam kurun waktu tiga tahun,” tutur Joris memaparkan. Untuk itu, perusahaan menerapkan employer brand. (portalhr) www.suaramedia.com
Artikel Bab 9 : Memproduksi Barang dan Jasa Kelas Dunia
Agus Susanto: Kopi Luwak, Brand Lokal yang Mengglobal
Rabu, 25 Mei 2011 | 19:35 WIB
|
Share:
Robert Adhi Ksp/KOMPAS
Agus Susanto, Pemilik brand Kopi Luwak
Hendry Fernando/Kopi Luwak
Gerai Kopi Luwak
Robert Adhi Ksp/KOMPAS
Gerai Kopi Luwak
Robert Adhi Ksp/KOMPAS
Agus Susanto, Pemilik Kopi Luwak dan menantunya Henry Fernando
KOMPAS.com – Siapa bilang produk dalam negeri kalah dengan produk luar negeri? Kafe Kopi Luwak mungkin bisa jadi salah satu contoh betapa tempat ngopi ini bisa bersaing dengan tempat ngopi global seperti Starbucks ataupun Coffee Bean. Kopi Luwak kini menjadi brand Indonesia yang disegani, yang mampu bersaing dengan dua brand ini.
Lihatlah, kini di mal-mal terkemuka di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia, Kopi Luwak hadir di tengah-tengah brand lainnya seperti Starbucks. Sampai Mei 2011, ada 10 gerai Kopi Luwak di Jakarta dan 10 gerai lainnya di luar Jakarta.
Kopi Luwak awalnya nama merek kopi milik pengusaha asal Semarang, Tan Hak See, yang dimulai tahun 1965 silam. Kopi ini dijual di Pasar Peterongan, Semarang, dengan alat sederhana. Sejak tahun 1999, Kopi Luwak menjadi brand premium. Kini Kopi Luwak makin dikenal dan digemari. Ketenaran Kopi Luwak bahkan pernah dibahas oleh Oprah Winfrey, host televisi terkenal dari Amerika Serikat.
Peminat kopi luwak di luar negeri mencari-cari kopi luwak. Jadi mengapa tidak? Kalau di Indonesia kami berani bersaing dengan Coffee Bean dan Starbucks, kami juga harus berani ekspansi ke mancanegara.
– Agus Susanto
Untuk mengembangkan bisnis Kopi Luwak, Agus Susanto melibatkan anak-anak dan menantunya yaitu Henry Fernando (33) menantu pertama, yang bertanggung jawab operasional kafe dan istrinya, Melia Susanti (33), anak pertama Agus Susanto memiliki hobi memasak. Henry mendalami bisnis di University of San Fransisco, Amerika Serikat.
Selain itu, Agus Susanto didukung juga oleh dua anak lainnya nya yaitu Jeffry Susanto (30) yang bertanggung jawab dalam produksi kopi, dan Vivien Susanti (26) yang menangani promosi dan desain kafe-kafe Kopi Luwak. Semuanya saling mendukung untuk membesarkan Kopi Luwak. Kopi Luwak akan terus membuka gerai baru di Indonesia, dan merambah mancanegara.
Berikut ini wawancara dengan Agus Susanto, pemilik Kopi Luwak, didampingi menantunya Henry Fernando, bersama Robert Adhi Ksp di gerai Kopi Luwak, Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (25/5/11).
Bagaimana awal mula bisnis Kopi Luwak?
Kopi Luwak awalnya nama merek kopi milik papa saya, Tan Hak See, yang dimulai tahun 1965 silam. Dulu papa membuat kopi dengan alat sederhana dan menjualnya di Pasar Peterongan Semarang. Ukurannya cuma 9 x 25 meter. Papa mengajak dua anaknya, termasuk saya, untuk ikut memasak kopi giling dan mengepaknya. Para pembeli Kopi Luwak umumnya dari luar kota dan biasanya untuk oleh-oleh.
Setelah saya lulus dari SMA Karangturi Semarang, saya mulai terlibat mengembangkan usaha pemasaran dan meningkatkan kualitas kopi sesuai perkembangan zaman. Pada tahun 1980-an, pembuatan Kopi Luwak mulai dengan mesin buatan Jerman sehingga produksinya bisa tiga sampai lima ton per hari. Ketika masih dibuat manual, produksinya hanya 800 kilogram per hari. Kopi Luwak merupakan blending dari beragam rasa sehingga tidak monoton.
Apa yang Anda lakukan untuk memperluas bisnis ini?
Untuk memperkuat brand image, saya memperluas bisnis ini dengan membangun sejumlah kafe di Jakarta dan Semarang. Awalnya saya membangun kafe Kopi Luwak di Bandara Ahmad Yani tahun 2002 dan kemudian di Java Mall di Semarang tahun 2003. Kopi Luwak pernah dibuka di Makro dan Hero Puri Anjasmoro, Semarang, namun karena sulit berkembang, akhirnya yang kini masih bertahan hanya di Bandara Ahmad Yani dan Java Mall di Semarang.
Setelah itu saya dibantu dua putri saya Melia Susanti dan Vivien Susanti, putra saya Jeffry Susanto, dan menantu saya Henry Fernando, memperluas pembangunan kafe itu di Jakarta dengan membuka di Mal Kelapa Gading, Atrium Senen, Mal Ciputra Grogol, Blok M Plaza. Bertambahnya mal-mal baru di Jakarta, membuat kami juga membuka gerai Kopi Luwak di Grand Indonesia, Plaza Indonesia (extension), Pacific Place, Rasuna Epicentrum, Central Park, dan FX Sudirman.
Kopi Luwak juga membuka gerai-gerai di luar Jakarta, yaitu di Bandara Ahmad Yani, Java Mall, dan Paragon (Semarang), Surabaya Town Square dan Ciputra World Surabaya (Surabaya), Solo Square (Solo) dan Malioboro Mall (Yogyakarta). Semuanya sukses. Dibukanya kafe di mal-mal kelas atas memperkuat brand image Kopi Luwak. Tren masyarakat modern saat ini adalah minum kopi di mal sambil membicarakan berbagai hal, termasuk bisnis. Tidak hanya orang Indonesia, tetapi juga orang asing, ekspat yang bekerja di Indonesia melakukan hal serupa.
Dulu kami masuk mal saja dipersulit. Bahkan kami dicecar dengan pertanyaan, ‘apa tidak berat bersaing dengan Starbucks?’ Tapi sekarang Kopi Luwak menjadi pilihan tempat ngopi bagi orang Indonesia dan ekspat.
Tahun 2011 ini, ada rencana membuka gerai baru Kopi Luwak?
Kopi Luwak akan membuka tiga gerai baru yaitu di Mal Kuningan City dan Mal Kota Kasablanka (Jakarta) dan Summarecon Mal Serpong II (Serpong, Tangerang) pada tahun 2011 ini. Kami juga sedang mematangkan rencana membuka Kopi Luwak di Senayan City Jakarta. Juga segera membuka Kopi Luwak di Bali (Beach Walk, Kuta) dan Bandung (Paris Van Java)
Ada rencana Kopi Luwak membuka di mancanegara?
Keberhasilan Kopi Luwak “melawan” waralaba asing semacam Starbucks dan Coffee Bean membuat kami makin yakin mengembangkan usaha kopi ini.
Kami berencana mengembangkan bisnis ini di mancanegara. Tahun 2012, kami akan membuka gerai Kopi Luwak di Orchard (Singapura), Tsim Tsa Tsui (Hong Kong), Pudong (Shanghai), dan Guangzhou di China. Di negeri China, dulu trennya minum teh, tapi sekarang pun orang sudah suka ngopi. Selain itu, kami juga punya rencana membuka gerai di Korea Selatan.
Kami membuka gerai di luar negeri karena terdorong permintaan ekspat. Banyak tamu asing membeli kopi luwak. Peminat kopi luwak di luar negeri mencari-cari kopi luwak. Jadi mengapa tidak? Kalau di Indonesia kami berani bersaing dengan Coffee Bean dan Starbucks, kami juga harus berani ekspansi ke mancanegara.
Kami melihat popularitas Kopi Luwak di luar negeri makin kuat. Kami sudah meregistrasi brand Kopi Luwak di 26 negara. Jadi setelah kami buka di negara-negara itu, Kopi Luwak sudah sah sehingga kami sudah tenang.
Apa rahasia Kopi Luwak sukses bersaing dengan brand yang sudah dikenal lebih dulu seperti Starbucks?
Sebagai pemilik brand Kopi Luwak, kami melihat perkembangan kafe akhir-akhirnya seiring dengan peningkatan gaya hidup masyarakat metropolitan. Anda tanya bagaimana kami bisa melawan Starbucks? Kami mengembangkan brand Kopi Luwak sejak 40 tahun lalu. Jadi secara kualitas, rasa, keunikan, termasuk beda dengan kopi-kopi lainnya. Dari sana, kami yakin, kafe dengan interior internasional, suasana dan cara marketing yang profesional, menjadikan selevel dengan Starbucks.
Ternyata sambutan konsumen Jakarta sangat tinggi. Dan banyak ekspatriat yang melihat keunikan Kopi Luwak, jadi pelanggan tetap. Mereka merasa ngopi di Kopi Luwak juga punya prestise. Kafe lokal yang memiliki brand. Kami tidak menyajikan makanan seperti croissant dan sandwich yang banyak dijual di toko roti. Kafe Kopi Luwak menyajikan menu yang berbeda dan khusus. Ini menjadi suatu kelebihan ciri khas Kopi Luwak. Kami mendatangkan Lumpia langsung dari Semarang.
Banyak meeting bertepatan dengan jam makan siang dan malam. Kami menyiapkan menu favorit mulai dari jam makan siang, snacking time, makan malam, sehingga kafe ini penuh terus. Kami juga punya menu andalan rawon iga, asam iga yang dibakar. Kami harus mempertahankan kualitas dan kekhasan Kopi Luwak. Kami tidak khawatir lagi dengan brand Starbucks. Anda tahu kan di Rasuna Epicentrum, Kopi Luwak dan Starbucks berdekatan, tapi tamu Kopi Luwak tidak pernah sepi. (Robert Adhi Ksp)
Artikel Bab 13 : Pemasaran : Membangun Hubungan dengan Pelanggan
6 Cara Membangun Hubungan yang Kuat Dengan Pelanggan
Dalam bisnis, network atau jaringan adalah segalanya. Untuk itu, memiliki hubungan jaringan yang luas dan kuat adalah salah satu kunci kesuksesan dalam bisnis. Demikian pula dalam bisnis konstruksi yang melibatkan banyak pihak dalam proses bisnisnya, tentu membutuhkan jaringan yang luas dan kuat.
Dengan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, akan didapat banyak manfaat. Hal ini dikarenakan terjalinnya kepercayaan / trust dalam hubungan itu. Banyak urusan yang semula sulit akan menjadi terasa jauh lebih mudah. Rapat-rapat yang penuh perdebatan akan menjadi rapat yang sederhana dan penuh keyakinan. Tingkat kompetisi yang semula begitu keras pun akan dapat menjadi lebih mudah karena hubungan yang kuat tersebut.
Lalu bagaimana membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan? Ada enam cara yang diyakini akan dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan. Tentu saja cara ini harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Namun, setidaknya prinsip kerja cara tersebut dapat menjadi insipirasi dalam usaha membangun hubungan dengan pelanggan. Enam cara itu adalah:
1. Ajak pelanggan untuk ngobrol atau bicara santai dengan minum kopi atau makan siang di luar. Cara ini bertujuan untuk membuat suatu kesempatan lain di luar waktu resmi untuk berkomunikasi yang diharapkan kita akan dapat mengenal pribadi pelanggan lebih jauh dan demikian pula sebaliknya, memberikan kesempatan lain kepada pelanggan untuk mengenal lebih jauh mengenai pribadi kita. Saling mengenal lebih jauh akan memupuk kepercayaan / trust yang lebih tinggi. Trust adalah kunci dalam membina hubungan dengan pelanggan.
2. Mengirimkan artikel yang menarik ke pelanggan yang mungkin berguna bagi pelanggan. Cara saling berbagi informasi seperti ini adalah cara yang baik dalam usaha menjaga “keep in touch” dengan pelanggan. Banyak membaca saat sedang dalam perjalanan atau saat santai lain, lalu ketika mendapatkan artikel yang baik, maka artikel tersebut disampaikan kepada pelanggan.
3. Mengucapkan selamat kepada pelanggan ketika mendapat berita yang baik tentang pelanggan. Bisa juga dengan mengirimkan karangan bunga ucapan selamat atas suatu acara yang diadakan oleh pelanggan. Misalnya saat pelanggan sedang dipromosikan atas jabatannya. Namun ketika mendapat berita yang tidak baik tentang pelanggan, sebaiknya berusaha agar membantunya sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang ada. Misalnya saat pelanggan mendapatkan masalah pendanaan di salah satu proyeknya, sebaiknya pelanggan dibantu untuk mereview ulang pendanaan proyeknya dengan cara yang lebih baik dari sebelumnya.
4. Tawarkan kepada pelanggan suatu kesempatan untuk mendapatkan produk atau layanan baru secara gratis dan tawarkan mereka insentif pada produk lain yang sering mereka gunakan. Dalam proyek, cara ini dapat dilakukan dengan memberikan inovasi pada proyeknya yang sedemikian menjadikan proyeknya menjadi lebih baik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi namun dengan harga yang tetap atau bahkan lebih murah.
5. Selalu “siap” saat diperlukan pelanggan. Pelayanan pelanggan yang baik harus menjadi prioritas utama dalam hal menjaga hubungan yang kuat. Di saat kapanpun diperlukan, kita harus siap. Dalam keadaan yang tidak siap, setidaknya tetap berkomunikasi, sambil menunggu kondisi siap untuk membantu pelanggan.
6. Ketika sedang tidak bisa membantu pelanggan, arahkan pelanggan kepada seseorang yang mampu membantu dalam menyelesaikan masalah pelanggan. Cara ini akan tetap mengingatkan pelanggan atas bantuan yang telah diberikan kepadanya.
sumber : http://andhikawijayakurniawan.com/web/cara-membangun-hubungan-dengan-pelanggan-customers-di-internet.html
Artikel Bab 5 : Memilih Untuk Kepemimpinan Bisnis
Dalam dunia bisnis, Penjualan, kepemimpinan generasi, dapat menjadi bagian mahal dan waktu proses penjualan. Sayangnya, tanpa petunjuk, Anda tidak akan melakukan penjualan untuk mengejar, sehingga bukan sesuatu yang bisa mengabaikan.
Untungnya, ada banyak perusahaan yang memiliki pengalaman pemasaran yang luas dan fokus hanya pada ujung depan dari proses penjualan. Hal ini memungkinkan waktu penjualan lebih profesional mendedikasikan untuk menutup kesepakatan, dan waktu pemasar lebih lanjut tentang pemanasan kesepakatan dan memilih kandidat terbaik.
Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan perusahaan generasi mengarah untuk membantu Anda dengan penjualan Anda, Anda akan perlu untuk melakukan penelitian dengan vendor potensi Anda dan tanyakan pertanyaan yang tepat. Pertama, Anda harus menganalisis teknik-teknik yang Anda telah menggunakan di rumah untuk pemasaran dan calon pelanggan.
si dan radio kampanye respon langsung juga dapat diuji dengan biaya masuk lebih rendah saat menggunakan perusahaan pembuatan kontak. Internet marketing bisa dilakukan oleh hampir siapapun yang memiliki komputer dan kartu kredit, namun jika anda baru untuk itu, Anda mungkin menemukan diri Anda akan melalui kurva belajar mahal. Hal ini dapat sangat bermanfaat untuk mengandalkan pasangan dengan pengalaman untuk mengembangkan memimpin kualitas terbaik dengan harga serendah mungkin.
Banyak industri yang terstruktur untuk memungkinkan merek ujung depan menjadi generik – setelah semua, ketika seseorang ingin mendapatkan kredit, mereka tidak mencari hipotek dari kreditur tertentu, mereka menginginkan tingkat bunga yang terbaik. produk keuangan lainnya bekerja dengan baik dengan model generasi memimpin seperti konsolidasi utang, penyelesaian utang dan manajemen hutang.
nah dari masalah tersebut, kita bisa mengkategorikan kepemimpinan,
Bentuk kepemilikan bisnis ada 3 yaitu perusahaan kepemilikan tunggal, perusahaan rekanan dan korporasi
(Keuntungan Perusahaan kepemilikan tunggal meliputi
·Kemudahan memulai dan mengakhiri sebuah bisnis
· Menjadi atasan anda sendiri
· Kebanggaan dan kepemilikan
· Meninggalkan warisan
· Kepemilikan untuk laba perusahaan
· Tidak ada pajak khusus
Kerugian Perusahaan kepemilikan tunggal meliputi
· Kewajiban tidak terbatas
· Sumber modal terbatas
· Kesulitan manajemen
· Komitmen besar
· Tunjangan sampingan
Perusahaan rekaan terbagi atas berbagai tipe sebagai berikut
· Perusahaan rekanan umum
· Perusahaan rekanan terbatas
· rekanan umum
· rekanan terbatas
· kewajiban terbatas
· perusahaan rekanan terbatas
Keuntungan Perusahaan rekanan
· modal banyak
· manajemen bersama dan keterampilan serta pengetahuan lebih baik
· kemampuan bertahan hidup perusahaan lama
· tidak ada pajak khusus
kerugian Perusahaan rekanan
· kewajiban tak terbatas
· pembagian laba
· perselisihan pendapat
· kesulitan berhenti
Keuntungan korporasi
· kewajiban terbatas
· lebih banyak investasi
· ukuran
· hidup terus menerus
· kemudahan dalam menarik karyawan berbakat
· pemisahan manajemen
kewirausahaan = menerima resiko untuk memulai dan mengelola sebuah bisnis
Untuk mencapai tujuan aktivias usaha bisnis kita harus membuat perencanaan terlebih dahulu dengan perencanaan yang matang,, sehingga dalam menjalankan sebuah bisnis tidak akan merasakan kesulitan yang besar.
Lihat pula beritanya disini :
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/05/373/685320/pemimpin-bisnis-global-punya-3-kriteria
Artikel Bab 1 : Mengelola dalam Lingkungan Bisnis Dinamis
*Manajemen bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh guna menjalankan sebuah usaha bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan bisnis yang diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan dalam rangka tercapainya sebuah tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek profit maupun tujuan lain sesuai yang diinginkan oleh pihak pengelola bisnis.
Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.
Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.
Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal.
Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:
1. Manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.
2. Manajemen pemasaran
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.
Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.
3. Manajemen distribusi
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.
4. Manajemen finansial
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.
Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.
Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.
****************************
Tidak perlu diragukan bahwa sukses suatu organisasi, atau setiap kelompok dalam suatu organisasi sangat tergantung pada kualitas kepemimpinan. Pemimpin yang sukses senantiasa mengantisipasi perubahan dengan sekuat tenaga memanfaatkan semua kesempatan, memotivasi pengikut mereka untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi, mengoreksi kinerja yang buruk dan mendorong organisasi kearah sasaran-sasarannya.
Pemimpin yang efektif mempunyai sifat-sifat atau kualitas tertentu yang diinginkan, seperti karisma, berpandangan kedepan, intensitas tinggi dan keyakinan diri yang kuat. Gaya kepemimpinan pria dan wanita cenderung untuk lebih sama dari pada berbeda, tetapi ada kecenderungan wanita untuk mengandalkan pada kepemimpinan bersama (shared) lebih searah dengan kebutuhan organisasional dalam dasawarsa 1990-an dari pada gaya detektif yang lebih disukai oleh pria.
Kepemimpinan dapat dikatakan sebagai suatu kamampuan untuk mempengaruhi dan memotivasi suatu kelompok atau orang-orang kearah tercapainya tujuan. Secara sepintas definisi ini hampir sama dengan definisi manajemen. Namun penekanan dari masing-masing peran, baik itu pemimpin atau manajer akan menunjukan beberapa perbedaan. Penekanan dalam hal motivasi, sejarah pribadi, dan cara berfikir serta bertindak menunjukan bahwa manajer cenderung bersikap impresional, pasif terhadap tujuan, sedangkan pemimpin mengambil sikap pribadi dan aktif terhadap tujaun, dengan bekerja dari posisi beresiko tinggi. Dalam hal mengatasi kerumitan, manajemen yang baik menghasilkan tatatertib dan konsistensi dengan menyusun rencana-rencana formal, struktur orgnanisasi, dan mengontrol hasil dari rencana semula. Kepemimpinan, sebaliknya menyangkut hal mengatasi perubahan dengan mengembangkan suatu visi masa depan dan bersekutu dengan orang melalui komunikasi dan mengilhami mereka untuk mengatasi rintangan-rintangan. Pemimpin dapat muncul dari dalam suatu kelompok dan bisa juga melalui pengangkatan formal untuk memimpin suatu kelompok.
Menurut Stoner, kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. Ada tiga aplikasi dari pernyataan tersebut:
1. Kepemimpinan menyangkut orang lain (bawahan atau pengikut). Tanpa mereka, semua kualitas kepemimpinan akan tidak tampak. Karena hanya dari mereka terdapat proses menerima pengarahan dan membantu menentukan status atau kedudukan pemimpin.
2. Kepemimpinan menyangkut pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kellompok. Pemimpin mewakili wewenang secara langsung terhadap bawahan sedangkan bawahan tidak dapat secara langsung memberikan pengarahan kepada pemimpin.
3. Pemimpin tidak hanya memerintah, namun juga harus memberikan pengaruh kepada baawahan untuk melaksanakan tugas tertentu dan dapat mempengaruhi supaya tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan tepat.
Kepemimpinan Global
Dalam era globalisasi, semua aspek yang dahulu dapat dikontrol dengan piranti atau perangkat tradisional, menjadi tidk efektif lagi. Zaman global menuntut perubahan-perubahan mendasar tentang konsep dan pendekatan yang selama ini digunakan.
Demikian pula dengan organisasi yang ada pada zaman global. Trend uang terjadi adalah bentuk flat dan semakin ramping tanpa meniggalkan standard kualitas dan berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi. Struktur yang ada dalam organisasi merupakan struktur yang diisi oleh kegiatan ini dengan koordinator atau me\anajer yang memiliki multidimensi pengetahuan yang mampu mengadaptasi setiap perubahan dan memiliki inovasi yang tinggi dalam meraih kesempatan. Inefisiensi dalm SDM yang selama ini terjadi sudah tidak dapat ditolelir lagi. Apabila dihubungkan dengan kepemimpinan, yang berusaha untuk mencapai tujuan dengan mempengaruhi kelompok atau orang-orang, maka kepemimpinan global tidak jauh berbeda dengan konsep organisasi global yang mangarah pada borderless dan membentuk efektivitas serta efisiensi yang tinggi.
Menyusun resiko dengan laba
Laba:Jumlah uang yang di peroloeh sebuah bisnis selain dari jumlah yang di keluarkan untuk gaji dan biaya-biaya lainnya.
Kerugian saat biaya-biaya melebihi pendapatan
Resikopeluang seorang penggusaha kehilangan waktu dan uang dalam sebuah bisnis yang mungkin nantinya terbukti tidak mengguntungkan.
Faktor-faktor produksi
1. Tanah (atau sumber daya alam).
2. Buruh (pekerja)
3. Modal. (Ini termasuk mesin, peralatan, bangunan, atau apa saja yang
digunakan dalam produksi barang. Ini tidak termasuk uang; uang
digunakan untuk membeli faktor produksi-ini bukan faktor itu sendiri.)
4. Kewirausahaan.
5. Pengetahuan.
lingkungan bisnis adalah faktor-faktor sekitar yang membantu atau menghambat lingkungan bisnis.
faktor-faktor lingkungan bisnis:
lingkungan ekonomi dan hukum
lingkungan ekonomi
lingkungan persaingan
lingkungan sosial
lingkungan bisnis global
Bersaing dengan Melebihi Ekspektasi Pelanggan Produsen dan layanan organisasi di seluruh dunia telah mengetahui bahwa pelanggan saat ini adalah sangat menuntut. Mereka tidak hanya menginginkan kualitas yang baik dengan harga rendah, tetapi mereka
Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.
Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.
Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal.
Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:
1. Manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.
2. Manajemen pemasaran
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.
Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.
3. Manajemen distribusi
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.
4. Manajemen finansial
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.
Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.
Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.
****************************
Tidak perlu diragukan bahwa sukses suatu organisasi, atau setiap kelompok dalam suatu organisasi sangat tergantung pada kualitas kepemimpinan. Pemimpin yang sukses senantiasa mengantisipasi perubahan dengan sekuat tenaga memanfaatkan semua kesempatan, memotivasi pengikut mereka untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi, mengoreksi kinerja yang buruk dan mendorong organisasi kearah sasaran-sasarannya.
Pemimpin yang efektif mempunyai sifat-sifat atau kualitas tertentu yang diinginkan, seperti karisma, berpandangan kedepan, intensitas tinggi dan keyakinan diri yang kuat. Gaya kepemimpinan pria dan wanita cenderung untuk lebih sama dari pada berbeda, tetapi ada kecenderungan wanita untuk mengandalkan pada kepemimpinan bersama (shared) lebih searah dengan kebutuhan organisasional dalam dasawarsa 1990-an dari pada gaya detektif yang lebih disukai oleh pria.
Kepemimpinan dapat dikatakan sebagai suatu kamampuan untuk mempengaruhi dan memotivasi suatu kelompok atau orang-orang kearah tercapainya tujuan. Secara sepintas definisi ini hampir sama dengan definisi manajemen. Namun penekanan dari masing-masing peran, baik itu pemimpin atau manajer akan menunjukan beberapa perbedaan. Penekanan dalam hal motivasi, sejarah pribadi, dan cara berfikir serta bertindak menunjukan bahwa manajer cenderung bersikap impresional, pasif terhadap tujuan, sedangkan pemimpin mengambil sikap pribadi dan aktif terhadap tujaun, dengan bekerja dari posisi beresiko tinggi. Dalam hal mengatasi kerumitan, manajemen yang baik menghasilkan tatatertib dan konsistensi dengan menyusun rencana-rencana formal, struktur orgnanisasi, dan mengontrol hasil dari rencana semula. Kepemimpinan, sebaliknya menyangkut hal mengatasi perubahan dengan mengembangkan suatu visi masa depan dan bersekutu dengan orang melalui komunikasi dan mengilhami mereka untuk mengatasi rintangan-rintangan. Pemimpin dapat muncul dari dalam suatu kelompok dan bisa juga melalui pengangkatan formal untuk memimpin suatu kelompok.
Menurut Stoner, kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. Ada tiga aplikasi dari pernyataan tersebut:
1. Kepemimpinan menyangkut orang lain (bawahan atau pengikut). Tanpa mereka, semua kualitas kepemimpinan akan tidak tampak. Karena hanya dari mereka terdapat proses menerima pengarahan dan membantu menentukan status atau kedudukan pemimpin.
2. Kepemimpinan menyangkut pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kellompok. Pemimpin mewakili wewenang secara langsung terhadap bawahan sedangkan bawahan tidak dapat secara langsung memberikan pengarahan kepada pemimpin.
3. Pemimpin tidak hanya memerintah, namun juga harus memberikan pengaruh kepada baawahan untuk melaksanakan tugas tertentu dan dapat mempengaruhi supaya tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan tepat.
Kepemimpinan Global
Dalam era globalisasi, semua aspek yang dahulu dapat dikontrol dengan piranti atau perangkat tradisional, menjadi tidk efektif lagi. Zaman global menuntut perubahan-perubahan mendasar tentang konsep dan pendekatan yang selama ini digunakan.
Demikian pula dengan organisasi yang ada pada zaman global. Trend uang terjadi adalah bentuk flat dan semakin ramping tanpa meniggalkan standard kualitas dan berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi. Struktur yang ada dalam organisasi merupakan struktur yang diisi oleh kegiatan ini dengan koordinator atau me\anajer yang memiliki multidimensi pengetahuan yang mampu mengadaptasi setiap perubahan dan memiliki inovasi yang tinggi dalam meraih kesempatan. Inefisiensi dalm SDM yang selama ini terjadi sudah tidak dapat ditolelir lagi. Apabila dihubungkan dengan kepemimpinan, yang berusaha untuk mencapai tujuan dengan mempengaruhi kelompok atau orang-orang, maka kepemimpinan global tidak jauh berbeda dengan konsep organisasi global yang mangarah pada borderless dan membentuk efektivitas serta efisiensi yang tinggi.
Menyusun resiko dengan laba
Laba:Jumlah uang yang di peroloeh sebuah bisnis selain dari jumlah yang di keluarkan untuk gaji dan biaya-biaya lainnya.
Kerugian saat biaya-biaya melebihi pendapatan
Resikopeluang seorang penggusaha kehilangan waktu dan uang dalam sebuah bisnis yang mungkin nantinya terbukti tidak mengguntungkan.
Faktor-faktor produksi
1. Tanah (atau sumber daya alam).
2. Buruh (pekerja)
3. Modal. (Ini termasuk mesin, peralatan, bangunan, atau apa saja yang
digunakan dalam produksi barang. Ini tidak termasuk uang; uang
digunakan untuk membeli faktor produksi-ini bukan faktor itu sendiri.)
4. Kewirausahaan.
5. Pengetahuan.
lingkungan bisnis adalah faktor-faktor sekitar yang membantu atau menghambat lingkungan bisnis.
faktor-faktor lingkungan bisnis:
lingkungan ekonomi dan hukum
lingkungan ekonomi
lingkungan persaingan
lingkungan sosial
lingkungan bisnis global
Bersaing dengan Melebihi Ekspektasi Pelanggan Produsen dan layanan organisasi di seluruh dunia telah mengetahui bahwa pelanggan saat ini adalah sangat menuntut. Mereka tidak hanya menginginkan kualitas yang baik dengan harga rendah, tetapi mereka
Bab 13 : Mengelola Kinerja dan Mutu
Kontrol adalah persoalan penting yang dihadapi setiap manajer di setiap organisasi,
tetapi manajer baru terkadang mengalami kesulitan untuk menentukan sejauh mana
ia harus menggunakan kontrolnya untuk membuat orang-orang tetap produktif tanpa
menindas motivasi dan kreativitas mereka.
A. PENGERTIAN KONTROL
Beberapa panduan untuk menciptakan
kebijakan penggunaan yang dapat diterima yang efektif tetapi juga adil,
berkenaan dengan penggunaan internet ditempat kerja :
o
Pastikan bahwa para pegawai memahami bahwa mereka tidak memiliki
hak hukum atas privasi di tempat kerja
o
Buat kebijakan penggunaan internet tertulis
o
Jelaskan proses pendisiplinannya
o
Tinjau kembali kebijakan pada jangka waktu tertentu
Kurangnya kontrol dapat
memberikan dampak yang dapat memmbahayakan bagi kesehatan suatu organisasi,
merusak reputasinya dan mengancam masa depannya.
Kontrol organisasi adalah proses sistematis dalam mengatur aktivitas organisasi agar
tetap konsisten dengan pengharapan yang telah dibangun dalam rencana, target,
standar kinerja.
Untuk
mengontrol suatu organisasi secara efektif, mangharuskan adanya informasi
menganai standar kinerja serta tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki
penyimpangan yang terjadi.
1. Memilih Standar dan Ukuran
Sebagian besar
organisasi berfokus pada pengukuran dan pengawasan kinerja
keuangan, seperti penjualan, pendapatan, dan keuntungan. Namun
para manajer makin mengetahui keharusan untuk mengukur aspek-aspek kinerja yang
tidak kasat mata lainnya untuk mengelola aktivitas penciptaan nilai dari
organisasi saat itu.
2. Kartu Skor Berimbang
Kartu Skor Berimbang adalah sistem
kontrol manajemen komprehensif yang menyeimbangkan ukuran keuangan tradisonal
dengan ukuran operasional yang berhubungan dengan faktor-faktor kesuksesaan
penting yang ada di perusahaan.
Kartu Skor Berimbang memiliki 4 perspektif utama :
a)
Kinerja Keuangan
Aktivitas organisasi berkontribusi dalam memperbaiki kinerja jangka
pendek dan panjang. Terdiri atas pengukuran tradisional seperti pemasukan
bersih dan pengembalian investasi
b)
Layanan Pelanggan
Mengukur hal bagaimana pandangan pelanggan terhadap organisasi serta
keterikatan dan kepuasan pelanggan
c)
Proses Bisnis Internal
Berfokus pada statistik produksi
dan operasiona, seperti pemenuhan permintaan atas biaya per permintaan.
d)
Keputusan Organisasi untuk Belajar dan
Tumbuh
Berfokus pada seberapa baik sumber daya dan modal manusis dikelola demi
masa depan perusahaan.
B.
MODEL KONTROL UMPAN BALIK
Semua sistem kontrol
yang dirancang dengan baik akan melibatkan penggunaan umpan balik untuk
menentukan apakah kinerja memenuhi standar yang telah dibuat.
1.
Langkah-langkah Kontrol Umpan Balik
§
Membangun Standar Kinerja
Mencerminkan aktivitas
yang berkontribusi pada strategi organisasi secara keseluruhan dengan cara yang
signifikan, juga agar pegawai mengetahui apa yang harus mereka lakukan dan
dapat menentukan apakah aktivitas mereka sesuai target.
§
Mengukur Kinerja yang Ada
Dapat dilakukan dengan pengukuran
kinerja kuantitatif, dimana harus berhubungan dengan standar yang telah
ditetapkan.Namun manajer juga harus turun langsung untuk melihat bagaimana
segala hal berjalan.
§
Membandingkan Kinerja dengan Standar
Manajer harus melakukan
pendekatan yang bersifat menyelidiki untuk memperoleh pemahaman yang luas dari faktor yang mempengaruhi
kinerja. Kinerja manajemen yang baik melibatkan penilaian subjektif dan diskusi
bersama pegawai serta analisis objektif terhadap data kinerja
§
Melakukan Tindakan Korektif
2.
Aplikasi untuk Anggaran
Kontrol anggaran, salah satu metode yang paling sering digunakan dalam kontrol
manajemen, adalah proses penentuan target untuk pengeluaran organisasi,
mengawasi hasil dan membandingkannya dengan anggaran yang ada, dan membuat perubahan
jika perlu. Sebagai alat pengontrol, anggaran adalah laporan yang berisi,
pengeluaran terkini dan terencana untuk uang, aset, bahan mentah, gaji, dan
sumber daya lainnya.
Unit dasar analisis
untuk sistem kontrol anggaran disebut dengan pusat pertanggungjawaban,Pusat
tanggung jawab adalah departemen atau unit apa pun yang ada dalam
organisasi, dibawah pengawasan seorang pegawai yang bertangggung jawab atas
aktivitas departemen atau unit tersebut.
Anggaran yang biasanya digunakan manajer :
§
Anggaran Biaya
Terdiri atas biaya antisipasi dan biaya aktual
untuk setiap pusat pertanggung-jawaban dan untuk organisasi secara keseluruhan.
Menunjukkan semua jenis biaya atau dapat berfokus pada kategori tertentu.
§
Anggaran Pendapatan
Anggaran yang mengidentifikasikan
pendapatan perkiraan dan pendapatan aktual organisasi.
§
Anggaran Kas
Anggaran yang menghitung
dan melaporkan arus kas dalam basis harian atau mingguan untuk menjamin bahwa
perusahaan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajibannya.
§
Anggaran Modal
Anggaran yang merencanakan
dan melaporkan investasi dalam aset-aset besar untuk didepreasi setelah
beberapa tahun.
Penganggaran adalah bagian yang penting dari perencanaan dan pengawasan
organisasi
Penganggaran dari atas
ke bawah merupakan proses
penganggaran dimana manajer tingkat menengah dan tingkat bawah menentukan
target anggaran departemen berdasarkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan
secara keseluruhan yang telah dispesifikasi oleh manajer-manajer puncak.
Penganggaran dari bawah
ke atas merupakan
proses penganggaran dimana manajer-manajer tempat bawah menganggarkan kebutuhan
sumberdaya departemennya dan melemparkannya ke atas untuk disetujui oleh
manajer-manajer puncak.
C.
KONTROL KEUANGAN
Kontrol keuangan tidak
hanya menginformasikan apakah keuangan perusahaan besar dalam posisi yang baik,
tetapi kontrol keuangan juga bisa menjadi indikator berguna menunjukan
permasalahan kinerja lainnya. Misalnya layanan pelanggan atau keefektifan
tenaga kerja penjualan.
1.
Laporan Keuangan
Memberikan informasi dasar yang digunakan untuk melakukan kontrl
keuangan dari sebuah organisasi. Dua laporan keuangan besar, yaitu :
a)
Neraca keuangan
Menunjukkan posisi
keuangan perusahaan yang berhubungan dengan aset( apa yang dimiliki suatu perusahaan)
,ekuitas(perbedaan antara aset dan kewajiban serta nilai bersih milik
perusahaan dalam saham dan saldo laba)
dan kewajiban(utang yang dimiliki)
pada waktu tertentu
b)
Laporan laba rugi
Meringkas kinerja
keuangan perusahaan untuk interval tertentu, biasanya satu tahun.
Pendekatan Hierarki versus Pendekatan Desentralisasi
Kontrol Hierarki adalah
penggunaan aturan, kebijakan, hierarki wewenang, dan alat formal lainnya untuk
memengaruhi perilaku pegawai dan menilai kinerja.
Kontrol Desentralisasi adalah penggunaan budaya perusahaan, norma kelompok, dan fokus
terhadap tujuan, daripada aturan dan prosedur, untuk mencapai tujuan-tujuan
organisasi.
Manajemen Buka-Buku
Manajemen Buka-Buku adalah berbagai informasi keuangan
dan hasil-hasilnya dengan semua pegawai di organisasi. Tujuannya adalah untuk
membuat setiap pegawai berfikir dan bertindak seperti seorang pemilik bisnis.
2.
Analisis Keuangan :
menafsirkan Angka
Analisis keuangan yang biasa dilakukan
berfokus pada rasio, statistik yang menunjukkan hubungan antara
indikator-indikator kinerja seperti keuntungan dan aset, penjualan, dan
persediaan. Merangkum beberapa rasio keuangan, yang merupakan ukuran dari :
§
Rasio Likuiditas
Perbandingan keuangan
yang menunjukkan kemampuan organisasi untuk memenuhi kewajiban utangnya.
Perhitungan : Rasio
lancar – Aset Lancar/ kewajiban lancar
§
Rasio Keaktifan
Rasio keuangan yang
mengukur kinerja internal organisasi yang berhubungan dengan aktivitas penting
yang ditentukan oleh manajemen. Perhitungan
:
Perputaran persediaan –
jumlah penjualan/ inventaris rata rata
Rasio konversi(indikator
dari keefektifan perusahaan dalam mengubah penelusuran pelanggan ) – Permintaan
pembelian/ pemeriksaan pelanggan
§
Rasio Keuntungan
Rasio keuangan yang
menggambarkan keuntungan milik perusahaan yang berkenaan dengan sumber daya
keuntungan.
Perhitungan :
Margin keuntungan dari
penjualan – pendapatan bersih / penjualan
Margin kotor –
pendapatan kotor / penjualan
Pengembalian aset (ROA)-
Pendapatan bersih/ jumlah aset
§
Rasio Leverage
Merupakan aktivitas
pendanaan dengan uang pinjaman. Perhitungan :
Rasio utang – Jumlah
utang/ jumlah aset
D.
FILOSOFI KONTROL YANG BERUBAH-UBAH
Berkenaan dengan
pergerakan menuju partisipasi dan pemberdayaan pegawai, banyak perusahaan
mengadopsi proses kontrol desentralisasi
daripada hierarki. Kontrol tersebut
mewakili filosofi budaya perusahaan yang berbeda.
1.
Pendekatan Hierarki versus Pendekatan Desentralisasi
Kontrol hierarki merupakan penggunaan aturan, kebijakan, hirarki wewenang dan
alat formal lainnya untuk memengaruhi perilaku pegawai dan menilai kinerja.
Konterol Desentralisasi merupakan penggunaan nilai budaya
perusahaan ,tradisi, keyakinan dan kepercayaan dalam mencapai tujuan
organisasi.
2.
Manajemen Buka Buku
Berbagai informasi
keuangan dan hasil-hasilnya dengan semua pegawai di organisasi. Manajemen ini
membuat pegawai mempelajari sendiri melalui grafik, gambar, rapat dan
sebagainya. Manajemen ini juga akan memberikan penghargaan kepada pegawai
apabila mencapai kesuksesan.
E.
MANAJEEN KUALITAS TOTAL
Manajemen kualitas total
adalah komitmen seluruh anggota perusahaan untuk menanamkan kualitas ke dalam
setiap aktivitas denagn cara melakukan perbaikan terus menerus.
1.
Teknik-Teknik TQM
§
Siklus Kualitas
Sebuah kelompok yang
terdiri atas 6 hingga 12 pegawai sukarela yang bertemu secara rutin untuk
membahas dan menyelesaikan masalah yang memengaruhi kualitas kerja mereka.
§
Tolok Ukur
Proses terus mnerus
dalam mengukur produksi, layanan dan praktik dengan dibandingkan pada pesaing –
pesaing besar atau perusahaan yang unggul di industrinya.
§
Six Sigma
Pendekatan kendali mutu
yang memperhitungkan segala hal dan menekankan pengejaran yang disiplin dan
gigih untuk mencapai kualitas yang lebih tinggi serta biaya yang lebih rendah.
§
Pengurangan Siklus Waktu
Siklus waktu merupakan
langkah yang diambil oleh perusahaan untuk menyelesaikan suatu proses
§
Perbaikan Terus Menerus
Pelaksanaan sejumlah
besar perbaikan tambahan kecil di semua area organisasi secara terus-menerus
2.
Faktor-faktor Kesuksessan TQM
Faktor positif :
· Tugas-tugas yang
ada menuntut pegawai yang berketerampilan tinggi
· TQM berguna untuk
memperkaya pekerjaan dan memotivasi pegawai
· Keterampilan
memecahkan masalah ditingkatkan untuk semua pegawai
· Partisipasi dan
kerja tim digunakan untuk menghadang permasalahan yang signifikan
· Perbaikan
terus-menerus adalah cara hidup
Faktor negatif :
· Ekspektasi
manajemen biasanya tinggi
· Manajer tingkat
menengah merasa tidak puas jika kehilangan wewenang
· Para pekerja
tidak puas dengan beberapa aspek kehidupan organisasi
· Pemimpin serikat
pekerja tidak disertakan dalam diskusi kendali mutu
· Manajer manunggu
inovasi yang besar dan dramatis
F.
TREN DALAM KENDALI MUTU DAN KEUANGAN
Banyak perusahaan
menjawab realitas ekonomi yang berubah-ubah serta kompetisi global dengan
menilai kembali manajemen dan proses-proses di organisasinya sendiri,
diantaranya mekanisme kontrol.
1.
Standar Kualitas Internasional
Daya dorong untuk
melakukan manajemen kualitas di Amerika Serikat adalah signifikasi yang
meningkat dari ekonomi global.
Standar ISO 9000 merupakan standar yang
merupakan hasil dari konsensus internasional tentang syarat manajemen kualitas
yang baik, sebagaimana yang diuraikan oleh Internasional Organization for
Standardization
2.
Sistem Kontrol Keuangan Baru
§
Pertambahan Nilai Ekonomis ( EVA )
sistem kontrol yang
mengukur kinerja yangberkenaan dengan keuntungan setelah pajak dikurangi biaya
modal yang diinvestasikan pada saat nyata.
§
Pertambahan Nilai Pasar ( MVA )
sistem kontrol yang mengukur
perkiraan pasar saham terhadap nilai perusahaan terdahulu dan proyek investasi
modal yang diharapkan.
§
Pembiayaan Berbasis Aktivitas ( ABC )
sistem kontrol yang
mengidentifikasi beragam aktifitas yang dibutuhkan untuk menyediakan produk dan
mengalokasikan biaya sesuai aktivitas tersebut.
§
Tata Kelola Perusahaan
sistem tata kelola organisasi sehingga
kepentingan pemilik perusahaan dapat dilindungi.
Langganan:
Postingan (Atom)