Jumat, 07 Desember 2012

Bab 7 : Perumusan dan Pelaksanaan Strategi


Berpikir Strategis
Pemikiran strategis berarti menggunakan perspektif jangka panjang dan melihat gambaran besar dari perusahaan dan lingkungan kompetitif, serta memikirkan keselarasan antara keduanya. Pada organisasi bisnis perencanaan strategis biasanya berkaitan dengan tindakan kompetitif di pasar, sedangkan pada organisasi nonprofit seperti palang merah atau bala keselamatan, perencanaan strategis berkaitan dengan peristiwa-peristiwa di lingkungan eksternal. Penelitian menunjukkan bahwa pemikiran dan perencanaan strategis berdampak positif terhadap kinerja dan keberhasilan finansial perusahaan.

Apakah Manajemen Strategis itu?
Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan yang digunakan untuk merumuskan dan melaksanakan strategi yang memungkinkan kesesuaian sangat kompetitif antara perusahaan dan lingkungannya sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan.
1. Tujuan strategis
Langkah pertama manajemen strategis adalah mendefinisikan strategi secara eksplisit, yakni rencana tindakan yang menerangkan tentang alokasi sumber daya serta berbagai aktivitas untuk menghadapi lingkungan, memperoleh keunggulan bersaing, dan mencapai tujuan perusahaan.
Keunggulan bersaing : adalah hal yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan lain dan memberi ciri khas bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar konsumen. Inti perumusan strategi adalah menentukan bagaimana perusahaan kita akan berbeda dengan perusahaan lain.
Memanfaatkan kompetensi dasar :kompetensi dasar perusahaan adalah sesuatu yang dilakukan perusahaan dengan sangat baik dibandingkan pesaingnya. Kompetensi dasar merupakan keunggulan bersaing karena perusahaan memiliki keahlian yang tidak dimiliki oleh pesaingnya. Kompetensi dasar bisa berupa keunggulan di bidang penelitian dan pengembangan, ahli di bidang teknologi, efisiensi proses, maupun layanan pelanggan yang unggul.
Membangun sinergi : ketika bagian-bagian perusahaan berinteraksi untuk menghasilkan dampak bersama yang lebih besar daripada jumlah semua bagian yang bertindak sendiri-sendiri. Perusahaan dapat memiliki keunggulan dalam hal biaya, daya pasar, teknologi, atau keahlian manajemen.
Memberikan nilai :memberikan nilai kepada pelanggan merupakan inti dari strategi. Nilai dapat didefinisikan sebagai gabungan keuntungan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan.
2. Tingkatan strategi
Para manajer strategis biasanya berpikir dalam kerangka 3 tingkatan strategi.
· Pada bidang usaha apa kita bergerak?
Merupakan pertanyaan yang diajukan manajer ketika memikirkan strategi tingkat perusahaan. Strategi tingkat perusahaan berkaitan dengan perusahaan secara keseluruhan dan gabungan unit bisnis dan lini produk yang menyusun perusahaan.
· Bagaimana cara kita bersaing? Strategi tingkat-usaha berkaitan dengan setiap unit bisnis atau lini produk. Berhubungan dengan periklanan, arah dan tingkat penelitian dan pengembangan, perubahan produk, pengembangan produk baru, peralatan dan fasilitas, dan penambahan atau pengurangan lini produk dan layanan.
· Bagaimana kita mendukung strategi tingkat-usaha? Strategi tingkat-fungsi terkait dengan departemen-departemen fungsional utama di unit usaha.strategi fungsional mencakup semua fungsi utama, termasuk keuangan, penelitian dan pengembangan, pemasaran, dan produksi.

Para manajer strategis biasanya berpikir dalam kerangka tiga tingkatan strategi :
1. strategi tingkat perusahaan
berkaitan dengan perusahaan secara keseluruhan dan gabungan unit bisnis dan lini produk yang menyusun perusahaan. tindakan-tindakan  strategis di tingkat ini biasanya berhubungan dengan perolehan usaha baru, penambahan atau pengurangan unit bisnis, pabrik, atau lini produk, dan usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan lain di bidang usaha baru.
2. strategi tingkat usaha
berkaitan dengan setiap unit bisnis atau lini produk. keputusan-keputusan strategis di tingkat ini berhubungan denga pengikanan, arah dan tingkat penelitian dan pengembangan, perubahan produk, pengembangan produk baru, peralatan dan fasilitas, dan penambahan atau pengurangan lini produk dan layanan.
3. strategi tingkat fungsi
berkaitan dengan departemen-departemen fungsional utama di unit usaha. strategi funsional mencakup semua fungsi utama, termasuk keuangan, penelitian dan pengembangan, pemasaran, dan produksi.
Proses manajemen strategis
Proses ini diawali dengan evaluasi yang dilakukan para manajer terhadap posisi perusahaan sekarang terkait misi, tujuan, dan strateginya. Kemudian memindai lingkungan internal dan eksternal perusahaan serta mengenali faktor-faktor strategis yang perlu dirubah.
Perumusan strategi, tahap manajemen strategis yang melibatkan perencanaan dan pengambilan keputusan uuntuk mencapai tujuan perusahaan, seta membuat rencana strategis spesifik. perumusn strategi dapat mencakup evaluasi masalah-masalah di lingkungan internal maupun eksternal dan integrasi hasil evaluasi tersebut ke dalam tujuan dan strategi. pelaksanaan strategi, yaitu penggunaan sarana manajerial dan organisasional untuk mengarahkan berbagai sumber daya agar dapat mencapai tujuan strategis.
1. Perumusan versus Pelaksanaan strategi
Perumusan strategi mencakup perencanaan dan pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan perusahaan,serta membuat rencana strategis spesifik. Perumusan strategi dapat mencakup evaluasi masalah-masalah di lingkungan internal maupun eksternal dan integrasi hasil evaluasi tersebut ke dalam tujuan dan strategi.
Proses ini berkebalikan dengan pelaksanaan strategi yaitu penggunaan sarana manajerial dan organisasional untuk mengarahkan berbagai sumber daya agar dapat mencapai tujuan strategis.
2. Analisi SWOT
Dimulai dengan evaluasi faktor-faktor internal dan eksternal yang akan memengaruhi daya saing perusahaan. Analisis SWOT mencakup upaya-upaya untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang menentukan kinerja perusahaan. Informasi eksternal mengenai peluang dan ancaman dapat diperoleh dari banyak sumber, termasuk pelanggan,dokumen pemerintah,jurnal profesi,pemasok,kalangan perbankan,rekan di perusahaan lain,konsultan,atau pertemuan asosiasi.
Para manajer memperoleh informasi internal mengenai kekuatan dan kelemahan melalui berbagai laporan seperti anggaran,rasio keuangan,laporan laba rugi,dan survei terhadap sikap dan kepuasan pegawai.
Kekuatan dan Kelemahan Internal
Kekuatan adalah karekteristik internal positif yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan kinerja strategisnya, sedangkan kelemahan adalah karakteristik internal yang dapat menghambat atau membatasi kinerja perusahaan.
Kekuatan dan Ancaman Eksternal
Kekuatan adalah karekteristik lingkungan eksternal yang berpotensi membantu perusahaan mencapai atau melampaui tujuan strategisnya.
Ancaman adalah karakteristik lingkungan eksternal yang menghambat perusahaan mencapai tujuan strategisnya.
Merumuskan strategi tingkat-perusahaan
1. Strategi Portofolio
Para investor pribadi sering ingin melakukan diversifikasi dalam sebuah portofolio investasi yang memuat sejumlah saham resiko tinggi, sejumlah saham resiko rendah, sejumlah saham pertumbuhan, dan mungkin beberapa saham pendapatan. Serupa dengan investor pribadi perusahaan ingin memiliki gabungan seimbang dari beberapa divisi usaha yang disebut dengan unit usaha strategis. Definisinya adalah unit perusahaan yang memiliki misi usaha unik, lini produk,pesaing, dan pasar yang berhubungan dengan SBU lain di suatu perusahaan.
Strategi portofolio adalah gabungan unit usaha dan lini produk perusahaan yang berpadu secara logis untuk memberikan sinergi dan keunggulan bersaing bagi perusahaan.
2. Matriks BCG
Matriks BCG adalah konsep yang digagas oleh Boston Consulting Group untuk mengevaluasi dimensi tingkat pertumbuhan usaha dan pangsa pasar dari unit-unit usaha strategis.
Menempatkan perusahaan dalam 2 dimensi: tingkat pertumbuhan usaha dan pangsa pasar.
Tingkat pertumbuhan usaha adalah sejauh mana peningkatan industri secara keseluruhan, sementarapangsa pasar menentukan apakah suatu unit usaha lebih banyak atau lebih sedikit menguasai pasar dibandingkan dengan pesaingnya.
3. Strategi Diversifikasi
Diversifikasi adalah strategi beralih ke lini usaha baru
Diversifikasi terkait adalah beralih ke lini bisnis baru yang masih terkait dengan kegiatan usaha perusahaan
Diversifikasi terpisah adalah membuka lini usaha yang benar-benar baru
Integrasi vertikal adalah membuka lini usaha baru yang memproduksi pasokan yang diperlukan untuk produk atau mendistribusikan dan menjual produk tersebut.
Merumuskan Strategi tingkat-usaha
Kita beralih kepada perumusan strategi dalam unit usaha strategis, yang berfokus kepada cara bersaing. Cara yang populer dan efektif untuk merumuskan strategi adalah lima kekuatan dan strategi kompetitif porter.
1. Lima Kekuatan Kompetitif porter
· Potensi pesaing baru
Kebutuhan modal dan penghematan ekonomi merupakan contoh dua potensi yang dapat mencegah munculnya pesaing baru.
· Daya Tawar Pembeli
Pelanggan yang cerdas menjadi pelanggan yang terberdayakan. Internet memungkinkan pelanggan untuk mengakses beragam informasi mengenai barang, jasa, dan pesaing sehingga meningkatkan daya tawar mereka.
· Daya Tawar Pemasok
Pemusatan pemasok dan ketersediaan pemasok pengganti merupakan faktor-faktor penting yang menentukan daya tawar pemasok
· Ancaman Produk Pengganti
kekuatan alternatif dan pengganti produk perusahaan dapat dipengaruhi oleh perubahan biaya atau tren misalnya peningkatan kesadaran pelanggan akan kesehatan dapat melunturkan loyalitas pelanggan.
· Persaingan antarkompetitor
Dipengaruhi oleh keempat faktor sebelumnya, disamping oleh biaya dan diferensiasi produk.
2. Strategi kompetitif
· Diferensiasi
melibatkan upaya untuk membedakan produk atau layanan perusahaan dengan produk atau layanan perusahaan lain
· Kepemimpinan biaya
Perusahaan berusaha keras mencari fasilitas-fasilitas yang efisien, mengurangi biaya, dan mengontrol produksi dengan ketat agar lebih efisien dari pesaingnya.
· Fokus
Perusahaan berkonsentrasi untuk pasar wilayah atau kelompok pembeli tertentu.
Tren Baru di Bidang Strategi
Dewasa ini pergeseran nyata yang terjadi cenderung ke arah peningkatan kemampuan perusahaan sebagai metode utama pertumbuhan dan inovasi. Tren terkini lain adalah penggunaan kemitraan strategis sebagai alternatif bagi merger dan akuisisi.
1. Inovasi dari Dalam
Pendekatan strategis yang disebut dengan kemampuan dinamis berarti bahwa para manajer berfokus pada melakukan lebih banyak upaya peningkatan dan pengembangan dengan memanfaatkan aset, kemampuan, dan kompetensi yang sudah dimiliki perusahaan guna memperoleh keunggulan bersaing yang terjaga.
2. Kemitraan Strategi
Inovasi internal tidak berarti bahwa perusahaan selalu bekerja sendiri. Kerja sama dengan perusahaan lain, bahkan terkadang dengan pesaing, merupakan unsur penting dari cara perusahaan sukses memasuki bidang usaha baru.
Strategi Global
Banyak perusahaan yang beroperasi secara global dan menggunakan strategi lain sebagai fokus usahanya. Para eksekutif senior mencoba merumuskan strategi yang koheren untuk memungkinkan sinergi antar-usaha internasional guna mencapai tujuan bersama.
1. Globalisasi
Standardisasi desain dan strategi pengiklanan produk diseluruh dunia.
Dasar strategi ini adalah anggapan adanya pasar global tunggal untuk produk konsumen dan industri. Teorinya adalah bahwa semua orang di dunia ingin membeli produk yang sama dan hidup dengan cara yang sama.
2. Strategi Multidomestik
Persaingan di setiap negara ditangani secara terpisah dengan negara lain.
3. Tips Penerapan Strategi secara Efektif
· Membangun komitmen terhadap strategi
· Menyusun rencana penerapan yang jelas
· Memperhatikan budaya
· Memanfaatkan pengetahuan dan keahlian
· Komunikasi, komunikasi, komunikasi
4. Strategi Transnasional
Strategi yang menggabungkan koordinasi global untuk mencapai efisiensi dengan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan tertentu banyak negara.
Bertujuan mencapai integrasi global sekaligus daya respon nasional.
Penerapan Strategi
Langkah terakhir dalam proses manajemen strategis adalah penerapan strategi yaitu bagaimana strategi diterapkan atau dilaksanakan. Manager’s shoptalk memberi sejumlah saran dalam menerapkan strategi
· Kepemimpinan
Adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain agar menunjukkan perilaku baru yang diperlukan dalam menerapkan strategi.
· Rancangan Struktural
Terkait dengan tanggung jawab para manajer, tingkat kewenangan mereka, serta konsolidasi dari berbagai fasilitas, departemen, dan divisi.
· Sistem Informasi dan Kendali
Mencakup sistem imbalan, gaji, anggaran untuk alokasi sumber daya, sistem teknologi informasi, serta peraturan, kebijakan, dan prosedur perusahaan.
· Sumber Daya Manusia
Sumber daya perusahaan adalah para pegawainya. Sumber daya manusia bertugas untuk merekrut, menyeleksi, melatih, memindahkan, mempromosikan, dan memecat pegawai dalam upaya mencapai tujuan strategis.
Beberapa istilah lainnya :
a)        Pemikiran strategis berarti menggunajan perspektif jangka panjang dan melihat gambaran besar dari perusahaan dan lingkungan kompetitif, serta memikirkan keselarasan antara keduanya.
b)        Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan yang digunakan untuk merumuskan dan melakukan strategi yang memungkinkan kesesuaian sangat kompetitif antara perusahaan dengan lingkungannya sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan.
c)         Keunggulan bersaing adalah hal yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan lain dan memberi cirri khas bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar konsumen
d)        Strategi adalah rencana tindakan yang menerangkan tentang alokasi sumber daya serta berbagai aktivitas untuk menghadapi lingkungan, memperoleh keunggulan bersaing, dan mencapai tujuan peerusahaan
e)        Sinergi adalah kondisi yang timbul ketika bagian-bagian perusahaan berinteraksi untuk menghasilkan dampak bersama yang lebih besar daripada jumlah semua bagian yang bertindak sendiri-sendiri

Bab 6 : Perencanaan Manajerial dan Penetapan Tujuan


A. PENGENALAN TUJUAN DAN RENCANA
- Tujuan (goal) didefinisikan sebagai kondisi di masa depan yang diinginkan dan coba diwujudkan oleh perusahaan.
- Rencana (plan) adalah cetak biru yang digunakan untuk mencapai tujuan, dan menentukan alokasi dumber daya, waktu, tugas, serta tindakan lain yang diperlukan.
- Konsep perencanaan biasanya mencakup dua aspek tersebut dan didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan.
a) Tingkatan Tujuan dan Rencana
Proses perencanaan dimulai dengan misi formal yang menentukan dasar perusahaan, yang ditujukan terutama untuk kalangan luar. Kedua, manajemen puncak bertanggung jawab untuk menentukan tujuan dan rencana strategis yang mencerminkan komitmen terhadap efisiensi dan efektivitas perusahaan. Ketiga, Manajer divisi harus menyusun rencana taktis yang berfokus kepada langkah- langkah utama yang harus dikerjakan oleh divisinya sebagai bagian dari rencana strategis yang ditetapkan oleh manajemen puncak. Terakhir, Manajer lini depan dan supervisor menyusun rencana operasional yang berfokus kepada tugas dan proses tertentu serta membantu mewujudkan tujuan taktis dan strategis
b) Manfaat Tujuan dan Rencana
·         Legitimasi
·         Sumber motivasi dan komitmen
·         Alokasi sumber daya
·         Panduan tindakan
·         Dasar pengambilan keputusan
·         Standar kinerja
c) Proses Perencanaan Perusahaan



B. TUJUAN PERUSAHAAN
a) Misi Perusahaan
·         Misi yang berarti dasar keberadaan perusahaan, berada di puncak hierarki tujuan.
·         Pernyataan misi formal adalah gambaran umum tujuan yang membedakan suatu perusahaan dari perusahhan lain yang sejenis.
b) Tujuan dan Rencana
·         Tujuan strategis disebut juga tujuan resmi adalah pernyataan umum mengenai masa depan yang ingin dicapai perusahaan.
·         Rencana strategis menentukan langkah- langkah dan tindakan- tindakan yang akan diambil perusahaan untuk mencapai tujuan strategis.
·         Tujuan rencana strategis adalah untuk mewujudkan tujuan perusahaan dalam periode yang telah ditetapkan.
·          Tujuan taktis yaitu hasil- hasil yang hendak dicapai oleh divis- divisi dan departemen- departemen utama di perusahaan. Ini berlaku untuk manajemen menengah dan menggambarkan langkah yang harus dilakukan oleh subunit- subunit utama dan mencapai bagian tertentu dari strategi perusahaan.
·         Tujuan operasional adalah hasil yang diharapkan dari departemen, kelompok kerja, dan individu pegawai. Tujuan ini bersifat terukur.
·        Rencana taktis adalah rencana yang dibuat untuk membantu melaksanakan rencana strategis utama dan mencapai bagian tertentu dari strategi perusahaan
·        Rencana operasional adalah rencana yang disusun ditingkat perusahaan yang lebih rendah untuk menentukan langkah-langkah dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan operasional dan untuk mendukung rencana taktis

c) Menyelaraskan Tujuan Melalui Peta Strategis
Menyelaraskan tujuan melalui peta strategi
Peta strategi adalah gambaran visual dari factor-faktor penting pendorong kesuksesan perusahaan yang menunjukkan hubungan antara tujuan dan rencana spesifik disetiap bidang

C. PERENCANAAN OPERASIONAL
a) Kriteria Tujuan Efektif
1.            Spesifik dan terukur
2.           Memiliki jangka waktu yang pasti
3.           Mencakup hasil-hasil penting
4.           Manantang tetapi realistis
5.           Dikaitkan dengan imbalan
b) Manajemen Bersasaran
Manajemen bersasaran adalah system yang digunakan oleh manajer dan pegawai untuk menentukan tujuan bagi setiap proyek, departemen, maupun personel, serta menggunakan mereka untuk memonitor kinerja selanjutnya
Empat kegiaatan untuk mensukseskan manajemen bersasaran aalah sbb:
1. Menetapkan tujuan
2. Membuat rencana tindakan
3. Mengevaluasi kemajuan
4. Menilai kinerja secara keseluruhan

c) Rencana Sekali Pakai dan Rencana Tetap
Rencana sekali tetap dibuat untuk mencapai sejumlah tujuan yang kemungkinan tidak berulang dimasa depan. Rencana tetap adalah rencana berkelanjutan yang memberi panduan melakukan dan mangatasi tugas atau situasi yang terjadi secara berulang di perusahaan
D. MEMBUAT PERENCANAAN DALAM LINGKUNGAN YANG BERGEJOLAK
a) Perencanaan Kontingensi
Mengalami kondisi darurat, kemerosotan, maupun situasi tak terduga
b) Pembuatan Skenario
Langkah-langkah untuk mengamati tren dan ketakmalaran (diskontinuitas) yang sedang terjadi, serta memvisualkan kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik di masa depan.
(memvisualisasikan kemungkinan–kemungkinan yang lebih baik di masa depan )
c) Perencanaan Krisis
menghadapi kejadian–kejadian merugikan tak terduga (respon saat terjadi masa krisis)
Pencegahan:
o Membangun Hubungan
o Mendeteksi sinyal dari lingkungan.
Persiapan
o Membentuk tim manajemen krisi dan juru bicara perusahaan
o Membuat rencana manajemen krisis terperinci
o Membuat sistem komunikasi yang efektif

E. MEMBUAT PERENCANAAN UNTUK MENCAPAI KINERJA TINGGI
a) Pendekatan Perencanaan Tradisional
Pendekatan ini dilakukan sepenuhnya oleh eksekutif puncak dengan menggunakan jasa konsultan atau departemen perencanaan pusat. Departemen perencanaan pusat adalah sekelompok ahli perencanaan yang melapor secara langsung kepada CEO atau presiden.
b) Pendekatan Perencanaan Kinerja Tinggi
Pendekatan perencanan yang baru adalah dengan melibatkan semua anggota perusahaan, dan terkadang pihak- pihak luar yang berkepentingan, dalam proses perencanaan. Perkembangan pendekatan baru diawali oleh perencanaan terdesentralisasi, yaitu para ahli perencanaan bekerja bersama para manajer divisi atau departemen utama untuk membuat tujuan dan rencana mereka sendiri. Pada masa lalu perencanaan selalu dilakukan oleh para manajer puncak, konsultan, atau departemen perencanaan pusat. Selama masa penuh gejolak, pererncaan dilakukan secara terdesentralisasi dan seluruh anggota perusahaann terlibat dalam membuat rencana dinamis yang dapat memenuhi perubahan kebutuhan dilingkungan
Beberapa panduan dalam membuat perencanaan untuk mencapai kinerja tinggi di lingkungan yang bergejolak termasuk
1.       Menetapkan Tujuan Abadi untuk Mencapai Kualitas Unggul Tujuan abadi
2.      Menggunakan Panel Instrumen Kinerja
3.      Membentuk Tim Intelijen
c)    Menetapkan Tujuan Abadi untuk Mencapai Kualitas Unggul Tujuan Abadi
Tujuan Abadi, Tujuan yang bersifat ambisius dan menarik serta menggugah perusahaan dan menginspirasi keunggulan.


Tingkatan Manajemen Dan Manajer
Manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasi dalam dua cara yaitu tingkatan dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang dilakukan.
Bila dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu :
1. Manajemen Lini : atau manajemen tingkat pertama yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2. Manajemen menengah ( Midle Manager ) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi.
3. Manajemen Puncak ( Top Manajer ) terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.

Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, manajer umum membawahi unit yang lebih rumit misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.
Ada dua fungsi utama atau keahlian ( skill ) yaitu :
1.      keahlian teknik ( Teknical Skill ) dan
Keahlian teknik yaitu keahlian tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri atas pengarah dengan motivasi, supervisi dan komunikasi.
2.     keahlian manajerial ( Managerial Skill )
 Keahlian manajerial yaitu keahlian yang berkenan tentang hal penetapan tujuan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia dan pengawasan.

Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi manajemen menurut beberapa penulis antara lain :
1. Ernest Dale :
Planning, Organizing, Staffing, Directing, Innovating, Representing dan Controlling.
2. Oey Liang Lee :
Planning, Organizing, Directing, Coordinating, Controlling.
3. James Stoner :
Planning, Organizing, Leading, Controlling.
4. Henry Fayol :
Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
5. Lindal F. Urwich :
Forescating, Planning, Organizing, Commanding, Cordinating, Controlling.
6. Dr. SP. Siagian MPA :
Planning, Organizing, Motivating, Controlling.
7. Prayudi Atmosudirjo :
Planning, Organizing, Directing/ Actuating, Controlling.
8. DR. Winardi SE :
 Planning, Organizing, Coordinating, Actuating, Leading, Communicating, Controlling.
9. The Liang Gie :
Planning, Decision Making, Directing, Coordinating, Controlling, Improving.

Pada hakekatnya fungsi-fungsi di atas dapat dikombinasikan menjadi 10 fungsi yaitu :
1. Forecasting (ramalan) yaitu kegiatan meramalkan, memproyeksikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.
2. Planning (perencanaan) yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
3. Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, temasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya.
4. Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru. latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi.
5. Directing atau Commanding (pengarah atau mengkomando) yaitu usaha memberi bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
6. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
7. Coordinating (koordinasi) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling melempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.
8. Motivating (motivasi) yaitu pemberian semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.
9. Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.
10. Reporting (pelaporan) yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.

Proses pelaksanaan kegiatan manajemen, maka fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. Ini adalah fungsi-fungsi ke dalam perusahaan, sedang fungsi manajer ke luar perusahaan adalah :
1. mewakili perusahaan dibidang pengadilan.
2. ambil bagian sebagai warga negara biasa.
3. mengadakan hubungan dengan unsur-unsur masyarakat.

Ketrampilan – Ketrampilan Manajerial
apa yang dimaksud dengan keterampilan manajerial itu? Menurut Bigelow (1998), sebenarnya tidak banyak teks yang mendefinisikan apa yang dimaksud dengan keterampilan manajerial. Banyak teks yang lebih menekankan kepada proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan daripada mendefinisikan secara spesifik keterampilan manajerial. Namun berdasarkan kompilasi beberapa teks, keterampilan manajerial berkaitan dengan teori, teknik, dan pedoman perilaku, yang bila diaplikasikan secara tepat akan meningkatkan performa keberhasilan seorang manager. Sekarang, mari kita telaah lebih lanjut ranah properti keterampilan ini.
A. Keterampilan Teknis
Keterampilan ini meliputi pemahaman dan kompetensi dalam aktivitas yang spesifik, khususnya yang berkaitan dengan suatu metode, proses, prosedur tertentu yang bersifat teknis. Ia melibatkan pengetahuan dan kemampuan analitis yang khusus dan mempunyai tahapan pemecahan masalah (troubleshooting) yang relative baku/standar. Dalam terminologi pelatihan, maka pelatihan yang berkaitan dengan pekerjaan (vocational dan on the job training) besar manfaatnya dalam rangka mengembangkan keterampilan ini.
B. Keterampilan Inter-personal
Ini berhubungan dengan kemampuan untuk bekerja dengan, memahami dan memotivasi orang lain, memahami sudut pandang dan perilaku atasan, rekan sejawat, dan bawahan terhadap suatu masalah dan memposisikan dirinya secara proporsional. Seseorang yang mempunyai kemampuan ini kiranya cukup sensitive terhadap keinginan dan motivasi orang lain dalam kelompoknya sehingga dia dapat memperkirakan tindakan apa yang perlu dan hasil yang yang diharapkan.
Keterampilan ini bisa juga diklasifikasikan dalam :
(a) kepemimpinan dalam kelompok sendiri (intra-group skill), dan
(b) keterampilan dalam mengelola hubungan antar kelompok (inter-group skill).
Dalam ranah tingkat manajemen, intra-group skill mempunyai peran dominan pada kelompok manajer dasar (first line management) dan menengah (middle management), maka inter-group skill sangat dirasakan penting peranannya pada manajer tingkat atas (higher level/top management).
Untuk menguasai keterampilan ini, seorang manajer harus dapat mengembangkan sendiri persepsi pribadinya terhadap aktivitas orang lain sehingga ia dapat:
• mengenali perasaan dan sentimen dalam situasi tertentu;
• mempunyai sikap terhadap pengalamannnya sendiri dan berusaha untuk belajar dari pengalaman itu;
• mengembangkan kemampuan untuk memahami apa yang ingin disampaikan seseorang melalui tindakan dan kata-kata mereka;
• mengembangkan kemampuan untuk mengkomunikasikan ide dan sikapnya kepada orang lain secara tepat.
Pelatihan yang bersifat spontan dan dipandu oleh seorang pelatih yang berpengalaman dapat memberikan nuansa positif bagi pengenalan dan pengembangan keterampilan ini.
C. Keterampilan Konseptual
Keterampilan ini melibatkan kemampuan untuk melihat suatu
perusahaan/organisasi secara utuh, mengenali cara kerja dan ketergantungan bermacam-macam fungsi yang ada, dan lebih jauh lagi untuk memahami hubungan antara perusahaan/organisasinya dan industri, masyarakat, dan situasi ekonomi dan sosial secara umum.
Pada dasarnya keterampilan ini lebih banyak melibatkan intuisi seorang manajer sehingga ia dapat memahami gejala-gejala umum dan keterkaitan antar variabel-variabel elementer, memberikan penekanan dan prioritas pola tindakan, serta dapat memperkirakan kencenderungan dan probabilitas hasil dari tindakan yang akan dilakukan. Di luar teknis pelatihan manajemen, prinsip ‘learning by doing’ sangat dirasakan penting untuk mengasah keterampilan konseptual ini. Sedangkan pelatihan manajemen strategi, pola promosi kepada karyawan untuk menduduki posisi lebih tinggi dan melibatkan kerja antar kelompok juga merupakan beberapa upaya untuk mengembangkan keterampilan ini secara lebih terstruktur.

Bab 1 : Manajemen Inovatif di Masa Sulit

Bab 1 : Manajemen Inovatif di Masa Sulit

Manajemen inovatif di masa sulit

Mengapa inovasi itu penting?

Inovasi dalam produk, layanan, sistem manajemen, proses produksi, nilai-nilai perusahaan, dan aspek lain dari organisasi merupakan faktor yang membuat perusahaan tumbuh, berubah, dan berhasil. Tanpa inovasi, tiada satu perusahaan pun yang dapat bertahan. Makin kuatnya pengaruh dan keahlian berbagai perusahaan di negara-negara berkembang, terutama cina dan india, telah membuat cemas banyak perusahaan barat. Di lingkungan global yang bersifat hiperkompetitif, perusahaan harus lebih banyak dan lebih cepat berinovasi dibandingkan sebelumnya.



Definisi Manajemen

Manajer merupakan fungsi eksekutif dari organisasi, yang bertanggung jawab untuk membangun dan mengoordinasikan seluruh sistem dan bukan mengerjakan tugas-tugas tertentu. Artinya, daripada mengerjakan sendiri semua pekerjaan, manajer yang andal menciptakan sistem dan kondisi yang memungkinkan orang lain mengerjakan pekerjaan tersebut.

Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen sebagai “seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”. Belakangan, ahli manajemen terkemuka Peter Drucker menyatakan bahwa tugas para manajer adalah memberi arahan bagi organisasi mereka, memberi kepemimpinan, dan menentukan penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan.

Manajemen adalah pencapaian tujuan-tujuan organisasional secara efektif dan efisien melalui perencanaan, pengelolaan, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya-sumber daya organisasional.

Definisi ini mempunyai 2 pemikiran penting:

1. Keempat fungsi perencanaan,pengelolaan, kepemimpinan, dan pengendalian

2. Pencapaian tujuan-tujuan organisasional secara efektif dan efisien.



Empat fungsi Manajemen

1. Perencanaan

berarti mengidentifikasikan berbagai tujuan untuk kinerja organisasi di masa mendatang serta memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya.

2. Pengelolaan

Fungsi manajemen yang mencakup penentuan tugas, pengelompokan tugas dan pengalokasian sumber daya diseluruh perusahaan.

3. Kepemimpinan

Berarti menggunakan pengaruh untuk memotivasi karyawan guna mencapai tujuan-tujuan organisasional. Kepemimpinan berarti menciptakan nilai-nilai dan budaya bersama, mengkomunikasikan tujuan-tujuan kepada karyawan diseluruh organisasi dan menyuntikkan semangat untuk memperlihatkan kinerja tertinggi kepada karyawan

4. Pengendalian

Adalah fungsi keempat dari proses manajemen. Pengendalian berarti memonitor aktivitas karyawan, menentukan apakah organisasi sejalan dengan tujuannya dan membuat koreksi jika diperlukan.



Kinerja organisasional

Bagian berikutnya dari definisi manajemen kita adalah pencapaian tujuan-tujuan organisasional secara efisie dan efektif. Manajemen sangat penting karena organisasi juga sangat penting. Kita mendefinisikan organisasi secara formal sebagai suatu entitas sosial yang diarahkan oleh tujuan dan dibangun secara sengaja . entitas sosial berarti berdiri atas dua atau lebih orang. Diarahkan oleh tujuan berarti dirancang untuk mencapai tujuan tertentu misalnya profit, kenaikan upah bagi anggotanya, memenuhi kebutuhan spiritual, atau memberikan kepuasan sosial. Dibangun secara sengaja berarti bahwa ada pembagian tugas dan tanggung jawab pencapaian tugas tersebut dibebankan kepada para anggota organisasi.

Tanggung jawab manajer adalah mengkoordinasikan sumber daya yang ada secara efisien dan efektif guna mencapai tujuan organisasi.

Efektivitas organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apa pun yang coba dikerjakannya.

Efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional.

Tanggung jawab terbesar para manajer adalah untuk mencapai kinerja tinggi, yaitu pencapaian tujuan-tujuan organisasional dengan menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif.



Ketrampilan manajemen

meskipun sebagai ahli teori manajemen menyarankan serangkaian ketrampilan, ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan untuk mengatur sebuah departemen atau organisasi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori: konseptual, interpersonal, dan teknis.

1. Ketrampilan konseptual

Kemampuan kognitif untuk melihat organisasi sebagai suatu siistem utuh dan hubungan antarbagiannya. Ketrampilan konseptual mencakup pemikiran, pemrosesan informasi, dan kemampuan perencanaan manajer.

2. Ketrampilan interpersonal

Kemampuan manajer untuk bekerja dengan dan melalui orang lain, serta bekerja secara efektif sebagai anggota tim. Ketrampilan ini tercermin lewat kemampuan manajer untuk berhubungan dengan orang lain,termasuk kemampuan memotivasi, memfasilitasi, mengoordinasi, memimpin, mengomunikasikan, dan menyelesaikan konflik.

3. Kemampuan teknis

Pemahaman dan penguasaan dalam melaksanakan tugas tertentu . ketrampilan ini mencakup penguasaan metode, teknik, dan peralatan yang digunakan dalam fungsi-fungsi tertentu seperti rekayasa, manufaktur,atau keuangan.



Jenis-jenis Manajemen

1.Perbedaan vertikal

Penentu utama pekerjaan manajer adalah tingkatan hierarkis. Bagi manajer tingkat pertama, fokus utama mereka adalah memfasilitasi kinerja karyawan secara individual. Di lain pihak manajer menengah lebih berfokus untuk menghubungkan orang, seperti mengalokasikan sumber daya, mengoordinasikan tim, atau melaksanakan rencana manajemen tingkat atas diseluruh organisasi daripada mengurusi kinerja individual. Bagi manajer puncak fokus utamanya adalah memonitor lingkungan eksternal dan menentukan strategi terbaik agar tetap kompetitif.

1. Manajer puncak

Berada di tingkat teratas hierarki dan bertanggung jawab terhadap keseluruhan organisasi. Mereka disebut sebagai presiden, direktur, direktur eksekutif, chief executive officer (CEO), dan wakil presiden eksekutif. Manajer puncak bertanggung jawab untuk menentukan tujuan-tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, memonitor dan menafsirkan lingkungan eksternal, dan membuat keputusan yang memengaruhi seluruh organisasi.

2. Manajer tingkat menengah

Bekerja di tingkat menengah organisasi dan bertanggung jawab untuk unit-unit bisnis dan departemen-departemen utama.

Contoh manajer tingkat menengah adalah kepala departemen, kepala devisi, manajer kendali mutu, dan direktur laboratorium penelitian.

3. Manajer proyek

Bertanggung jawab untuk proyek kerja temporer yang melibatkan partisipasi orang dari beragam fungsi dan tingkatan organisasi dan mungkin juga dari luar perusahaan.

4. Manajer lini pertama

Bertanggung jawab secara langsung terhadap produksi barang dan jasa. Mereka berada di tingkat pertama atau kedua manajemen dan dinamakan supervisor, manajer lini, kepala bagian, dan kepala kantor. Mereka bertanggung jawab terhadap kelompok karyawan nonmanajemen. Fokus utama mereka adalah penerapan aturan dan prosedur untuk mencapai produksi secara efisien, memberikan bantuan teknis dan memotivasi bawahan.



2.Perbedaan Horizontal

Perbedaan utama lain dalam tugas manajemen berlangsung secara horizontal diseluruh organisasi.

1. Manajer fungsional

Bertanggung jawab bagi departemen-departemen yang mengerjakan tugas fungsional tunggal dan memiliki karyawan dengan pelatihan dan ketrampilan yang serupa. Departemen fungsional mencakup periklanan, penjualan, keuangan, sumber daya manusia, manufaktur, dan akuntansi. Manajer lini bertanggung jawab untuk departemen manufaktur dan pemasaran yang membuat atau menjual barang dan jasa. Manajer staf bertanggung jawab untuk departemen seperti keuangan dan sumber daya yang membantu departemen lini.

2. Manajer umum

Bertanggung jawab bagi sejumlah departemen yang mengerjakan beragam fungsi . manajer umum bertanggung jawab bagi divisi utuh, seperti department store Macy. Manajer proyek juga mempunyai tanggung jawab manajemen umum karena mereka mengoordinasikan orang-orang di beberapa departemen untuk menyelesaikan proyek tertentu.



Aktivitas Manajer

Petualangan multitasking ciri aktivitas manajerial adalah keragaman,fragmentasi, dan durasi yang singkat. Keterlibatan manajer yang luas dan banyak tidak memberi cukup waktu untuk merenung sesaat.

Hidup cepat manajer melakukan banyak pekerjaan dengan kecepatan yang mengagumkan. Pekerjaan manajer memrlukan tempo cepat dan memerlukan banyak energi.



Peran Manajer

Suatu peran adalah sejumlah ekspektasi terhadap perilaku manajer. Ke semua peran tersebut dibagi menjadi 3 kategori konseptual: informasi (mengelola informasi) ; interpersonal( mengelola lewat orang lain) ; dan keputusan (mengelola melalui tindakan). Setiap peran merepresentasikan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh para manajer untuk akhirnya memenuhi fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian.

1. Peran informasi adalah berbagai aktivitas yang dilakukan untuk merawat dan membangun jaringan informasi.

2. Peran interpersonal adalah berkenaan dengan hubungan dengan orang lain dan berkaitan dengan ketrampilan interpersonal yang telah dibahas.

3. Peran keputusan adalah berkenaan dengan berbagai peristiwa yang didalamnya manajer harus menentukan sikap dan mengambil tindakan. Peran ini banyak membutuhkan ketrampilan konseptual dan interpersonal.



Manajemen dan tempat kerja baru
Karakteristik tempat kerja baru

Tempat kerja baru merupakan suatu digitalisasi bisnis, dalam artian terdapat perubahan cara kerja, karyawan, dan tempat kerja itu sendiri secara radikal. Sementara tempat kerja lama lebih bersifat terbiasa dengan prosedur standar yang telah ada.
Kompetensi manajemen baru

Menghadapi transisi ini, para manajer harus memikirkan kembali pendekatan mereka dalam mengorganisasikan, mengarahkan, dan memotivasi para karyawan. Para manajer terbaik hari ini meninggalkan pola pikir perintah-dan-kendalikan mereka guna berfokus untuk melatih dan membimbing, menciptakan organisasi yang cepat, fleksibel, inovatif, dan berorientasi hubungan.



MENGELOLA USAHA KECIL DAN ORGANISASI NON PROFIT

Usaha kecil makin penting . Ratusan usaha kecil didirikan setiap bulannya, tetapi lingkungan usaha kecil hari ini sangat rumit . Perusahaan – perusahaan kecil terkadang sulit mengembangkan stamina manjerial yang diperlukan untuk bertahan di lingkungan yang bergolak . Sebuah survei tentang tren dan perkembangan usaha kecil di masa depan menemukan bahwa hampir setengah dari responden memandang keterampilan manajemen setengah dari responden memandang keterampilan manjemen yang tidak memadai sebagai ancaman bagi perusahaan mereka, di bandingkan dengan kurang dari 25 persen responden dari organisasi besar .

Satu penemuan menarik adalah bahwa para manajer usaha kecil cenderung mengutamakan peran yang berbeda dengan para manajer perusahaan besar . para manajer perusahaan kecil serinng menganggap peran terpenting mereka sebagai juru bicara karena mereka harus mempromosikan perusahaan kecil yang tengah berkembang kepada dunia luas.

Organasasi non profit juga memperlihatkan adanya penerapan bakat manajemen . Organisasi – organisasi seperti The Salvation Army< Nature Conservacy, Greater chicago food dll. semuanya memerlukan manajemen yang baik

Sumber daya keuangan organisasi non profit biasanya berasal dari anggaran pemerintah, hibah, dan sumbangan , bukan dari penjualan barang atau jasa kepada pelanggan. Di organisasi bisnis, para manajer berfokus untuk meningkatkan penjualan barang dan jasa guna meningkatkan pendapatan penjualan.

MANAJEMEN DAN TEMPAT KERJA BARU

Perubahan lingkungan yang terjadi dengan cepat, seperti perkembangan teknologi, globalisasi ,dan pergeseran nilai sosial, tengah menimbulkan transformasi mendasar yang berdampak besar terhadap pekerjaan manajer.

KARAKTERISTIK TEMPAT KERJA BARU

Karakteristik utama tempat kerja baru adalah digitalisasi bisnis, yangbtelah mengubah cara kerja, karyawan , dan tempat kerja itu sendiri secara radikal. Tempat kerja lama didirikan oleh spesialisasi tugas rutin dan prosedur kendali standar. Karyawan biasanya melakukan perkerjaan mereka di suatu tempat khusus, seperti pabrik mobil di Detroit atau agen asuransi di Des Moines.

KOMPETENSI MANAJEMEN BARU

Menghadapi masa transisi ini , para manager harus memikirkan kembali pendekatan mereka dalam mengorganisasikan , mengarahkan, dan memotivasi para karyawan. Para manajer terbaik hari ini meninggalkan pola pikir perintah- dan – kendalikan mereka guna berfokus untuk melatih dan membimbing , menciptakan organisasi yang tepat , fleksibel , inovatif, dan berorientasi hubungan.

Alih alih menggunakan “ manajemen lewat catatan “, para manajer menggunakan gaya kepemimpinan pemberdayaan. Ketika para karyawan bekerja di lokasi tersebar, para manajer tidak bisa memonitor perilaku secara terus menerus.

Sukses di tempat kerja baru bergantung kepada kekuatan dan kualitas hubungan kolaboratif. cara bekerja baru mengutamakan kolaborasi di semua fungis dan tingkatan hierarkis dan juga perusahaan lain. Keterampilan membangun tim sangat penting. Alih- alih mengelola suatu karyawan satu departemen , banyak manajer bertindak sebagai pemimpin bagi tim proyek yang terus beganti dan bersifat sementara.